Ustaz Subki Al-Bughury, Jahiliyah Modern Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Jahiliyah Masa Silam, Ini Solusinya

- 14 September 2021, 16:00 WIB
Ustaz Subki Al-Bughury, Jahiliyah Modern Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Jahiliyah Masa Silam, Ini Solusinya
Ustaz Subki Al-Bughury, Jahiliyah Modern Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Jahiliyah Masa Silam, Ini Solusinya /Ali Bakti

BAGIKAN BERITA - Dalam sebuah kesempatan wawancara, Ustaz. Subki Al-Bughury menjelaskan tentang pengertian Jahiliyah modern yang disebutnya tidak mengenal tauhid dan tidak menggunakan hati atau pikiran.

Masih menurut Ustaz Subki Al-Bughury, orang-orang jahiliyah tahu bahwa yang mereka lakukan itu salah, tetapi mereka tetap pada kesombongan dan keangkuhan.

Mereka (orang jahiliyah) menyukai kekerasan, mendahulukan prestise, serta haus akan jabatan yang membuat mereka sanggup melakukan apa saja selama tujuannya tercapai,” demikian tutur Ustaz. Subki Al-Bughury dalam suatu kesempatan wawancara beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ingat Ini Hanya untuk Perempuan! PNM Mekaar Plus Gelontorkan Modal Usaha Hingga Rp25 Juta, Ini Syaratnya

Selain itu, ia menjelaskan bahwa jahiliyah modern mempunyai banyak “wajah”, mempunyai banyak kekuatan, dan menciptakan kemudahan material bagi manusia. Dengan kekuatan tersebut, terkadang kejahiliyahan tak tampak lagi sebagai sesuatu yang batil. Akibatnya, jahiliyah modern ini jauh lebih berbahaya dibanding jahiliah masa silam.

“Oleh sebab itu, kerusakan akhlak tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Harus ada upaya (solusi) untuk mengatasinya berupa optimalisasi pendidikan agama Islam dengan cara;

Pertama, memperkokoh keimanan atau akidah kepada Allah SWT sehingga kita akan selalu terikat dan mau menyesuaikan diri dengan ketentuan Allah SWT.

Baca Juga: Marlina Octoria Ngaku Dipaksa Berhubungan Intim Saat Haid oleh Ayah Taqy Malik, Ini Menurut Medis dan Agama

Kedua, menanamkan perasaan dekat kepada Allah SWT, sehingga dimanapun kita berada, kemanapun kita pergi, dan bagaimana situasi dan kondisinya, kita selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Hal ini akan membuat kita tidak berani menyimpang dari jalan Allah.

Ketiga, mewujudkan lingkungan yang islami, baik melalui bahan bacaan, tontonan, maupun lingkungan pergaulan sehingga terbentuk kepribadian yang saleh.

Halaman:

Editor: Ali Bakti


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X