OTT Bupati Nganjuk Dipimpin Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Mardani: Berprestasi Meskipun Diterpa Isu Tersingkir

- 10 Mei 2021, 10:54 WIB
Politisi PKS, Mardani Ali Sera.
Politisi PKS, Mardani Ali Sera. /Dok. PKS

BAGIKAN BERITA - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan sejumlah pejabat daerah di Nganjuk lainnya dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin 10 Mei 2021 dini hari tadi. 

Bupati Nganjuk diduga menerima uang dari lelang jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur. 

Menanggapi hal tersebut tersebut, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani menyoroti integritas para pegawai KPK yang dipertanyakan. 

Baca Juga: Kode Redeem FF Terbaru Hari ini Senin 10 Mei 2021, Banyak yang Belum Digunakan Buruan Daftar

Isu para pegawai KPK terancam dipecat mencuat saat berhembus kabar puluhan pegawai tidak polo tes wawasan kebangasaan (TWK) termasuk penyidik senior Novel Baswedan. 

"Bismillah,besarnya KPK krn para pegawai KPK yg berdedikasi selama ini. Aneh jk org2 spt ini dianggap bermasalah wawasan kebangsaannya. Terlebih jk lihat berbagai pertanyaan nyeleneh yg ditujukan kpd mereka. Apakah inti permasalahannya krn mereka ‘radikal’ dlm memberantas korupsi?" cuit Mardani Ali Sera di akun Twitter pribadinya. 

Dis mengatakan, ada sekitar 75 pegawai KPK yang akan diberhentikan karena tak lolos TWK.

Baca Juga: Memalukan, Bupati Nganjuk Ditangkap KPK karena Diduga Gara-gara Hal Ini 

Menurut dia, hal ini menjadi lucu karena jika melihat UU KPK yang baru tidak mengatur alih status kepegawaian KPK melalui TWK

"Ada sekitar 75 pegawai KPK yg mau diberhentikan krn test wawasan kebangsaan yg berkaitan dgn alih fungsi smp alih status kepegawaian KPK jd ASN. Lucu jk melihat test ini krn scr peraturan per UU KPK yg baru tdk mengatur alih status kepegawaian KPK melalui test wawasan kebangsaan," lanjut dia. 

Menurutnya, ada upaya yang dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk mengerdirkan KPK. 

Baca Juga: Selamat Tinggal Selamanya, Pebasket Nasional Daniel Wenas, Sampaikan Kabar Duka Meninggalnya Raditya Oloan

"Jk dilihat,kondisi kita dlm pemberantasan korupsi saat ini kian parah di bulan Ramadhan, miris. Bulan yg semestinya membentuk pribadi kita yg anti korupsi & anti suap. Dpt dikatakan upaya pemberantasan korupsi tdk hny mau dikerdilkan/mau dilumpuhkan, tetapi memang ingin dimatikan," tuturnya. 

Yang paling mengherankan, menurut Mardani, orang-orang yang dianggao tidak lulus TWK justru saat ini yang memimpin OTT Bupati Nganjuk. 

" Terkini, OTT yang KPK lakukan di Nganjuk justru dipimpin oleh pegawai KPK yang dikabarkan tidak lulus tes tsb. Masih terus berprestasi meskipun diterpa isu tersingkir," ucapnya. ***

Editor: Ahmad Taofik

Sumber: Twitter @MardaniAliSera


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x