Viral Jasa Pernikahan Anak, Kementrian PPPA Laporkan Aisha Weddings ke Polisi

10 Februari 2021, 11:19 WIB
Aisha Weddings*/Tangkap layar /aisyaweddings.com/

BAGIKAN BERITA - Jejaring sosial Twitter viral dengan kehebohan sebuah anjuran nikah muda di usia 12 tahun hingga siri.

Adalah sebuah jasa penyelenggara pernikahan atau Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Weddings mempromosikan kawin siri, menikah di usia muda serta poligami.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih.

Baca Juga: Viral, Harga Nasi Uduk di Kalimantan Bikin Kaget, Netizen 'Menjerit' Bandingkan dengan di Jawa

Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!" Demikian tulisan yang Bagikanberita.com kutip dari situsnya. 

Penghuni jagat twitter dengan akun @SwetaKartika mengunggah tangkapan layar berupa penjelasan yang dimuat di website Aisha Weddings. 

Akun tersebut menulis, Aisha Weddings sebagai biro jodoh yang disamarkan lewat WO. Tapi, fokusnya mencarikan pasangan hidup untuk wanita yang kategori usianya masih anak-anak.

Baca Juga: Viral, Anak SD Sindir Presiden Jokowi: Kaya Dapat Bantuan, tetapi Kami Gak Kedapatan, Apa Emang Pilih-pilih?

Sontak saja warganet mengecam seruan Aisha Weddings tersebut karena dinilai mendukung pernikahan anak dibawah umur. 

Sementara beberapa pengguna Twitter mengaku kesal melihat pernyataan di situs resmi mereka.

Untuk menguatkan ajakannya itu, Aisha Weddings mengutipkan ajaran-ajaran dalam agama Islam yang berkaitan dengan pernikahan. 

Baca Juga: Video Viral! Orang Lain Gelisah dengan Kudeta di Myanmar, Wanita ini Malah Asik Senam Aerobik

Aisha Weddings juga menganjurkan agar laki-laki dan perempuan tidak berpacaran, karena akan membuka pintu perzinaan.

Sementara ditempat terpisah, menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Aisha Weddings telah melanggar UU Perlindungan Anak (UU No.23 Tahun 2002 dan UU No.35 Tahun 2014) dan UU Perkawinan (UU No.1 Tahun 1974 dan UU No.16 Tahun 2019 karena ada unsur menganjurkan perkawinan anak.

Kementerian PPPA meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas terkait hal tersebut dan segera menutup akun tersebut.***

Editor: Yusuf Ariyanto

Tags

Terkini

Terpopuler