Tidak Perlu Jaminan dan Bunga Rendah, Bisa Dapat Pinjaman KUR BRI hingga Rp100 Juta, Begini Syaratnya

- 29 November 2021, 07:10 WIB
Ilustrasi UMKM penerima KUR BRI
Ilustrasi UMKM penerima KUR BRI /dok PT BRI

BAGIKAN BERITA –Kabar gembira bagi pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI hingga Rp100 juta.

Kredit Usaha Rakyat atau (KUR) sebesar Rp100 juta dari bank BRI merupakan salah satu alternatif jenis pinjaman yang paling sesuai untuk para UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

Selain itu, para pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari bank BRI sebesar Rp100 juta kini syaratnya sangat mudah.

Baca Juga: Rejeki Akhir Bulan Khusus Perempuan, Bisa Dapat Bantuan Rp25 Juta dari PNM Mekaar Plus, Tanpa Jaminan

Pelaku UMKM yang ingin mendaftar tidak perlu lagi datang ke Kantor Cabang apabila ingin  memasukkan berkas.

Para calon debitur hanya  duduk manis  di rumah bisa mendaftarkan pengajuannya dari HP, Komputer maupun Laptop.

Langkah selanjutnya adalah para calon debitur tinggal klik website resmi kur.bri.co.id, untuk  mengajukan KUR kemudian langsung memilih nominal pembiayaan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Cek Syarat dan Cara Daftar KUR BNI Mikro Tanpa Agunan Tambahan, Pinjaman hingga Rp50 juta dan Bunga Ringan

Seperti diketahui Pemerintah lewat  Kementerian Koperasi dan UKM mendorong para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR).

Agar tidak memberatkan para calon debitur, Pemerintah kini memberikan keringanan dengan menurunkan bunga KUR yang sebelumnya sebesar 6 persen kini lebih ringan menjadi 3 persen.

Pemerintah memberlakukan Program bunga KUR rendah ini hingga Desember 2021, hal tersebut agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkannya dari sekarang.

Sedangkan  limit pinjaman KUR dari maksimal Rp50 juta menjadi Rp100 juta. Hal ini untuk memacu UMKM agar bisa cepat tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Cara Baru Daftar KUR BNI, Bisa Tanpa Agunan dengan Limit Pinjaman UMKM hingga Rp100 Juta dengan Bunga Rendah

Salah satu Bank BUMN yang menyalurkan KUR yakni PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau Bank BRI.

Bank BRI memberikan kemudahan bagi masyarakat pelaku UMKM yang ingin mengajukan KUR dengan menyajikan website pendaftaran.

Pemerintah memandang UMKM menjadi sektor penopang perekonomian Indonesia. Jika UMKM tumbuh, maka perekonomian Indonesia pun akan terkerek tumbuh.

Baca Juga: Modal Usaha Khusus Perempuan, PNM Mekaar Plus Bisa Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan hingga Limit Rp25 Juta

KUR merupakan program untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat pelaku UMKM agar terus tumbuh dan berkembang.

KUR ini sangat membantu bagi masyarakat pelaku UMKM untuk menambah modal usaha.

KUR telah banyak membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya yang hampir gulung tikar.

KUR memberikan banyak kelebihan dan keuntungan kepada masyarakat pelaku UMKM karena merupakan program yang mendapat subsidi dari pemerintah.

KUR diciptakan dalam upaya meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM. KUR diyakini bisa mendorong para pelaku UMKM di tengah krisis untuk mendapatkan pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat rendah.

Baca Juga: 5 Keunggulan Daftar Jadi Nasabah KUR BRI, Bisa Ajukan Pinjaman Modal hingga Rp50 Juta dan Bunga yang Ringan

Melansir kur.ekon.go.id, program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM. Program KUR secara resmi diluncurkan pada tanggal 5 November 2007.

Pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan Penyalur KUR.

Dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investasi yang disalurkan kepada pelaku UMKM individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible namun belum bankable.

Salah satu bank milik negara yang menyalurkan KUR kepada para UMKM yakni Bank BRI. Untuk plafond-nya sendiri, nasabah bisa mendapatkan hingga Rp50 juta.

Sementara suku bunga KUR Mikro pun sangat rendah, yakni hanya 6%pa. Bahkan Menteri Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa bunga KUR Mikro hanya sebesar tiga persen.

Untuk jangka waktu pinjaman, nasabah pun diberikan keringanan yakni bisa mencicil antara 12 bulan, 18 bulan hingga 24 bulan.

Baca Juga: Hidup Berkah Tanpa Riba, Dapat Pinjaman Modal Usaha di KUR BSI hingga Rp10 Juta, Bisa Tanpa Agunan!

Yang lebih menarik, pengajukan KUR Mikro dibebaskan dari biaya administrasi dan provisi.

Berikut persyaratan pengajuan KUR Mikro BRI melalui platform kur.bri.co.id:

1. Individu (perorangan)

2. Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 (enam) bulan

3. Menjalankan usahanya di salah satu platform e-commerce (misal Shopee, Tokopedia dll) dan/atau penyedia ride hailing (Gojek atau Grab)

4. Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit

5. Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK),  dan surat ijin usaha (dapat berupa surat keterangan yang diterbitkan oleh e-commerce atau ride hailing)

Jika berminat, begini cara mengajukan KUR Mikro di Bank BRI, hanya perlu siapkan handphone:

1. Kunjungi website kur.bri.co.id

2. Pilih "Ajukan Pinjaman"

3. Lalu, pilih “login” menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi apabila sudah memiliki akun. Jika belum memiliki akun, calon nasabah bisa memilih "Daftar"

4. Calon nasabah diharapkan terlebih dahulu membaca pernyataan yang diberikan oleh BRI dan klik "Setuju"

Baca Juga: Hidup Berkah Tanpa Riba, Dapat Pinjaman Modal Usaha di KUR BSI hingga Rp10 Juta, Bisa Tanpa Agunan!

5. Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh BRI secara online seperti tentang profil calon nasabah, profil usaha, unggah dokumen, dan data pengajuan.

Sementera itu, melansir dari Antara News, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berbagai upaya dan program yang telah diinisiasi pemerintah perlu diperkuat oleh berbagai pihak termasuk sektor swasta agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi UMKM.

“Koordinasi dengan seluruh stakeholder harus terus dijaga dan lebih ditingkatkan,” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Arilangga menegaskan UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) pada bulan Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Namun, kemampuan permodalan UMKM khususnya selama pandemi mengalami kendala. Menurut survey Badan Pusat Statistik tahun 2020, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi COVID-19. Sementara menurut laporan pengaduan ke KemenkopUKM per Oktober 2020, sebanyak 39,22 persen UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bisa Gunakan HP, Laptop atau Komputer Rumah, Pengajuan KUR BNI hingga Rp100 Juta Tanpa Jaminan Tambahan Lagi

“Hal ini memperlihatkan bahwa bantuan permodalan bagi UMKM menjadi hal yang penting,” ujar Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, telah memberikan dukungan bagi UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan alokasi untuk klaster UMKM sebesar Rp95,87 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.

Tercatat realisasi BPUM telah disalurkan kepada 12,8 juta usaha mikro dengan masing-masing nilai bantuan sebesar Rp1,2 juta. Sementara BT-PKLW yang mulai berjalan di bulan September ini diberikan kepada 1 juta PKL dan warung masing-masing sebesar Rp1,2 juta yang disalurkan secara tunai melalui Polri dan TNI.

“Guna mempercepat pemulihan UMKM, pemerintah juga meningkatkan plafon KUR dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun di 2021,” tambah Airlangga.

Berbagai kemudahan kebijakan KUR terbukti berhasil mendorong realisasi penyaluran KUR. Hingga September 2021 realisasinya meningkat signifikan dengan mencapai 64,48 persen atau senilai Rp183,78 triliun yang telah dinikmati oleh 4,9 juta debitur. Sedangkan per 13 September 2021, KUR telah dimanfaatkan dengan akumulasi Rp322 triliun yang diberikan kepada 29,5 juta debitur

Pemerintah juga turut serta memberikan dukungan bagi UMKM dari sisi permodalan, melalui program restrukturisasi kredit. Hingga 31 Juli 2021, tercatat lebih dari 3,59 juta UMKM telah memanfaatkan program tersebut dengan nilai sebesar Rp285,17 triliun.***

Editor: Hendra Karunia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x