Lagi, Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88 Antiteror di Makassar, Polri Semakin Gencar Buru Teroris

15 April 2021, 15:58 WIB
Tim Densus 88 Anti Teror Polri saat menangkap seorang teroris. / Dok. Humas Polri

BAGIKAN BERITA - Seorang terduga teroris berinisial MT tewas ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. 

Pascaledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Polri terus gencar memburu jaringan terorisme di Indonesia. 

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror juga pernah menembak mati terduga teroris RZ dan AZ di Makassar pada 6 Januari 2021 lalu. 

Baca Juga: Waduh, Nino Berhasil Menghasut Mama Rossa, Andin Hanya Pasrah di Ikatan Cinta Malam Ini

MT terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis siang.

"Iya, tapi harus langsung ke TKP (tempat kejadian perkara). Ini ketentuannya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan dikutip BAGIKAN BERITA dari ANTARA NEWS, Kamis 15 April 2021. 

Zulpan pun enggan menjelaskan lebih jauh ketika ditanya kronologi penembakan terduga teroris itu hingga penanganan lebih lanjut soal evakuasi jenazah dan hal terkait lainnya.

Baca Juga: Waduh! Salah Lirik Lagu 'Ramadhan Tiba' yang Dinyanyikan Iis Dahlia, Anaknya Devano Danendra Kena Imbasnya

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden tembak mati seorang terduga teroris itu terjadi di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, Tim Densus 88 Polri melakukan penggerebekan di Kecamatan Biringkanaya terkait pengembangan kasus tersebut.

Hingga berita ini disiarkan Densus 88 Polri masih bekerja di lapangan.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa untuk Daerah Bekasi, Bogor, Depok, Semarang, Solo dan Malang Kamis 15 April 2021

Penangkapan kelompok terduga teroris di Kota Makassar sudah dilakukan sejak 6 Januari 2021, dan saat itu juga dilakukan penegakan hukum terukur, yakni dua terduga teroris RZ dan AZ tewas ditembak.

Pengejaran terhadap terduga kelompok teroris semakin gencar, setelah aksi bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3), sekitar pukul 10.30 WITA.

Sebanyak 20 orang warga yang berada di sekitar lokasi ledakan bom, termasuk seorang petugas keamanan yang berupaya menghalau kedatangan sepeda motor yang dikendarai sepasang suami istri pelaku bom bunuh diri itu, mengalami luka-luka.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa untuk Daerah Bekasi, Bogor, Depok, Semarang, Solo dan Malang Kamis 15 April 2021

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, ledakan bom itu merupakan aksi bunuh diri yang sering disebut society boomber, yakni menggunakan jenis bom panci namun menimbulkan ledakan cukup besar, sehingga berpengaruh dengan daya ledaknya.

"Jadi kegiatan mereka terjadi saat ini, kita ketahui adalah ledakan, adalah society bom, menggunakan jenis bom panci, dan itu terkait dengan pengungkapan," ujar Sigit saat itu.***

Editor: Ahmad Taofik

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler