Bonek Menilai Kemenangan Persebaya Tak Berarti Dibandingkan Meninggalnya Ratusan Suporter Arema

- 2 Oktober 2022, 17:02 WIB
Bonek Mania turut sesalkan insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.
Bonek Mania turut sesalkan insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. /Twitter @TheInsiderPaper

BAGIKAN BERITA - Terkait dengan meninggalnya ratusan Aremania setelah pertandingan BRI Liga 1 antara Arema FC VS Persebaya yang dimenangkan tim bajul Ijo dengan 3-2 disesalkan Bonek Mania.

Meskipun menang melawan Arema FC Kelompok suporter Persebaya, Bonek Mania, menegaskan kemenangan tim Bajol Ijo menghapai Arema FC pada Liga 1 Indonesia tidak ada artinya dibandingkan hilangnya nyawa manusia.

“Kami sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian ini. Semoga menjadi terakhir insiden seperti ini,” ujar Koordinator suporter Bonek Mania Husin Ghazali terkait dengan meninggalnya ratusan orang suporter Arema di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Kerusuhan Usai Laga Arema vs Persebaya Mengakibatkan Ratusan Suporter Meninggal Disorot Media Internasional

Husin Ghazali mengatakan rivalitas Arema FC dan Persebaya hanya 90 menit di lapangan dan selebihnya harus saling menghormati, tidak sampai menghilangkan ratusan nyawa suporter seperti yang terjadi di stadion Kanjuruhan.

Dengan kejadian meninggalnya ratusan suporter Aremania setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, dia berharap dilakukan evaluasi semua pihak sekaligus dilakukan pembenahan demi kebaikan dan menuju sepak bola yang bisa dinikmati semua kalangan.

“Harus ada evaluasi dari semua pihak untuk berbenah demi kebaikan bersama,” katanya menambahkan.

Baca Juga: LIB Stop Liga 1 Selama Satu Pekan Akibat Ratusan Aremania Meninggal Dunia Pasca Laga Arema vs Persebaya

Lebih lanjut Husin juga memastikan tidak ada suporter Persebaya Bonek Mania yang ke stadion saat pertandingan karena telah menyepakati perjanjian untuk tidak saling mengunjungi saat kedua tim berlaga.

“Kalau Arema tuan rumah maka suporter Persebaya sepakat tidak datang, begitu juga sebaliknya. Kalau Persebaya yang tuan rumah maka suporter Arema tidak ke Surabaya. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,”ujar dia menegaskan.


Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Baca Juga: Innalillahi, Video Jenazah Suporter Bergelimpangan di Kanjuruhan Tersebar usai Laga Arema FC vs Persebaya

Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Baca Juga: Kronologi 127 Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang di Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain.


Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Ditembakkannya gas air mata tersebut dikarenakan para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas

Baca Juga: Sepakbola Indonesia Berduka: 127 orang Meninggal Dunia di Kanjuruhan, Setelah Arema Kalah dari Persebaya

dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.***

Editor: Hendra Karunia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x