Berat Badan Naik usai Lebaran? Waspada Penyakit Mengintai, Begini Cara Mengatasinya

3 Mei 2022, 20:51 WIB
Ilustrasi: Berat badan naik setelah lebaran/Unsplash /

BAGIKAN BERITA-Berlebaran adalah saat paling dinanti untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Apalagi, setelah dua tahun mengalami pandemi covid-19 yang membuat kita tidak bisa pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga. 

Berlebaran selama dua hari, ditambah lagi libur panjang, dan bisa mudik untuk bertemu kerabat di kampung, pastinya tidak lepas dengan kebiasaan makan bersama. 

Tentu menyenangkan bisa menikmati hidangan yang enak dan menarik. Tetapi, perlu diingat bahwa makan berlebihan dan kurang bergerak dapat menyebabkan berat badan bertambah dan berisiko terserang penyakit. 

Baca Juga: Cara Mudah Turunkan Kolesterol Setelah Seharian Makan Makanan Bersantan dan Berlemak Seperti Opor Ayam

Bagi yang sudah memiliki penyakit penyerta dapat berpotensi memperparah kondisinya dan mengakibatkan kematian.

Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus mengatakan bahwa meningkatnya berat badan utamanya disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi.  

Saat berlebaran biasanya tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta masih banyak lagi.

Baca Juga: Tips Mudah Turunkan Kolesterol Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang Saat Lebaran

Pun waktu bulan puasa banyak juga yang berbuka dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

 Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. 

 Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan lebaran.

Saat euforia berlebaran dan liburan telah usai barulah terasa berat badan naik drastis dan tidak mudah turun dalam waktu cepat.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah 13 Tanda Seseorang Mengalami Masalah Kesehatan Mental, Salah Satunya Merasa Putus Asa

 Tidak hanya kalori, makanan yang mengandung gula dalam santapan lebaran, seperti kue kering dan minuman manis jika dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat serta mudah terserang penyakit diabetes.

Selain karena makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga bisa jadi karena kurang tidur dan kurang aktivitas fisik.

Saat mudik, seringnya kita kurang beristirahat dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai. 

 Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya. 

Baca Juga: Mau Mudik? Inilah 5 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Perjalanan Mudik agar Tetap Bugar

Ditambah lagi dengan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga maka tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar.

 Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Dr Yosef mengatakan sesekali tidak mengapa memberikan tubuh makanan enak tapi saat menyantapnya tidak terlalu cepat agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan. 

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Timun Suri Bagi Kesehatan, Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

“Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” sebutnya.

 Makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. 

Saat bersantap bersama keluarga atau kerabat, ambil makanan dalam porsi 20% lebih sedikit karena akan ada banyak kue lebaran, jangan memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

Baca Juga: 7 Manfaat Bayam yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Anda, Salah Satunya Dapat Mencegah Kanker

Dr. Yosef juga menyarankan agar masyarakat tetap aktif berolahraga sebagaimana dulu sering dilakukan pada masa awal pandemi agar tubuh tetap kuat dan imunitas terjaga.

 Ia menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan olahraga rutin karena olahraga adalah cara sederhana dan murah untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengendalikan kenaikan berat badan serta memelihara fungsi organ tubuh.

“Saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan kalori pun terbakar. Saat lebaran usai dan kembali beraktivitas maka aktivitas olahraga juga perlu diteruskan.

Minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Durasi dan interval dapat ditambah seiring dengan kemampuan tubuh.

Jenis olahraga yang dapat dilakukan antara lain jalan pagi, renang, dan jogging serta yoga.

Bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung ,atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda,” sebut dr. Yosef.***

Editor: Hendra Karunia

Tags

Terkini

Terpopuler